Outbond atau kegiatan bermain yang melibatkan keterampilan baik motorik maupun psikomotorik dapat dijadikan sebagai cara untuk membangun semangat dan motivasi bagi anak-anak. Keasyikan anak-anak dalam melakukan seluruh rangkaian outbond akan merangsang kepercayaan diri, kerja sama serta motivasi. Beberapa lembaga pendidikan dasar sekarang sudah mulai melirik kegiatan Outbond sebagai salah satu bentuk kegiatan untuk mengisi liburan sekolah. Bahkan beberapa diantaranya guru-gurunya juga turut terlibat aktif dalam games tersebut.
Pada masa liburan panjang, anak-anak sekolah biasanya akan mengisi waktunya dengan bermain, pergi ke tempat wisata maupun kegiatan lain yang sifatnya rekreatif. Namun tidak sedikit pula bagi anak-anak tertentu waktu liburannya justru tersita di rumah dengan bermain play station atau nonton film/TV, karena orang tuanya sibuk bekerja di luar rumah. Kondisi di mana saat anak- anak libur ternyata orang tua tetap bekerja seperti biasa mengakibatkan waktu libur yang idealnya dimanfaatkan untuk mendekatkan hubungan antara orang tua dengan anak justru terbuang sia-sia. Ada baiknya memang orang tua benar-benar berusaha meluangkan waktunya barang sesaat untuk anak-anaknya yang sedang libur sehingga kebutuhan perhatian dan afeksi dari orang tua terpenuhi. Outbond sebagai salah satu games yang mendidik dan bersifat rekreatif dapat dijadikan sarana untuk menghangatkan hubungan antara orang tua dengan anak. Dalam sehari penuh orang tua dan anak dapat terlibat langsung dalam rangkaian permaianan Outbond. Pada moment itulah hubungan orang tua dengan anak dapat cair dan akrab sehingga terkadang "batas" antara orang tua - anak menjadi terkesan samar digantikan dengan hubungan sahabat. Capai, pegal bahkan sedikit cedera seolah terlupakan begitu saja pada saat Outbond berlangsung. Kedekatan yang demikian akan menumbuhkan rasa percaya pada diri anak kepada orang tua sehingga pada gilirannya juga akan menumbuhkan sikap patuh tapi sayang kepada orang tuanya, hal ini juga dikatakan oleh pemerhati anak dari Surabaya LELY RACHMAWATI bahwa kegiatan yang melibatkan orang tua dan anak seperti halnya Outbond ditujukan Agar orang tua bersama anak-anak menjadi lebih dekat secara emosional. Selain membenagun motivasi anak, juga untuk lebih mendekatkan lagi antara orang tua dan anak. Juga untuk saling memperkenalkan antara orang tua dengan orang tua lainnya.
Seorang ahli pengembangan anak dari Klaten Sugita mengatakan, "Kecenderungan orang tua masa kini sibuk dengan beban tugas kerjanya masing-masing apalagi pada sebuah keluarga di mana kedua orangtuanya bekerja, kesempatan bercengkerama antara orang tua dengan anak menjadi suatu hal yang amat langka". Tidakterpenuhinya perhatian serta kedekatan emosional orangtua dan anak pada jangka panjang akan berpengaruh pada perkembangan pribadi anak yang kemudian hal tersebut akan memunculkan anak-anak bermasalah. Sementara itu ahli pengembangan anak yang lain Triatmoko Sapto Putro dari Yogyakarta meyakinkan bahwa kedekatan hubungan dengan mengupayakan agar saat-saat tertentu dapat diciptakan hubungan yang karib antara anak dengan orang tua merupakan cara yang paling jitu dalam mendidik anak. Bila kedekatan orang tua dengan anak sudah seperti ini maka iklim demokrasi dalam keluarga kan tercipta dan keharmonisan keluarga pasti turut tercipta.
Sebenarnya mudah kan mendidik anak? Wassalam (Nugi)
Minggu, 10 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar